BLOG

Memory of

a Lifetime.

  • bima

Mulai Hidup Sehat dengan Meditasi Mindfulness, Begini Caranya

Diperbarui: Apr 2



Tahukah Anda Hari Gizi Nasional (HGN) 2020 mengusung tema “Gizi Optimal untuk Generasi Milenial”? Melalui momen tersebut, Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat agar semakin sadar gizi demi pembangunan SDM berkualitas. Namun, menjalani pola hidup sehat bukan hanya memenuhi asupan gizi semata.


Menjaga pikiran tetap positif dan hadir untuk saat ini tak kalah penting. Seberapa sering pikiran Anda mengawang ke masa lampau atau masa depan, mengkhawatirkan hal-hal yang telah atau belum terjadi hingga merasa cemas? Jika terjadi setiap hari, sama saja Anda hidup dalam kecemasan dan ketakutan.


Nah, meditasi mindfulness adalah salah satu praktik pelatihan mental yang bisa membantu Anda mengatasi situasi tersebut. Apa itu dan bagaimana cara melakukannya? Yuk, simak penjelasan berikut.


Apa Itu Meditasi Mindfulness?



Praktik pelatihan mental ini akan membawa pikiran Anda yang tengah mengawang ke sana kemari ke masa kini. Berfokus pada emosi, pikiran, dan sensasi yang Anda rasakan pada masa sekarang akan membantu Anda lebih tenang.


Pada awalnya pasti terasa sulit. Dalam otak Anda berbagai pikiran hilir mudik dan membuat Anda sulit fokus, hingga merasa cemas dan takut. Menenangkan pikiran memang bukan pekerjaan mudah. Namun, melalui frekuensi latihan tepat, Anda bisa menikmati manfaat meditasi ini, termasuk mengurangi rasa cemas dan stres.


Teknik mindfulness sebetulnya beragam. Namun, meditasi ini bisa Anda lakukan dengan latihan pernapasan, membangun kesadaran tubuh dan pikiran, pencitraan mental (mental imagery), serta relaksasi tubuh dan otot.


Praktik Meditasi Mindfulness



Meditasi mindfulness sebetulnya cukup mudah dipraktikkan sendiri. Jika Anda tidak yakin, temui guru atau ikuti program meditasi di pusat kebugaran maupun komunitas. Untuk pemula, Anda bisa bermeditasi selama 5-10 menit dengan mencoba langkah berikut.


1. Cari tempat yang tenang dan nyaman. Anda bisa duduk di kursi atau di lantai dengan meluruskan kepala, leher, dan punggung.


2. Fokuslah pada masa sekarang. Sadari setiap embusan napas Anda. Selaraskan udara masuk dan keluar dari tubuh Anda ketika bernapas secara perlahan. Amati bagaimana cara bernapas perlahan ini membuat pikiran dan tubuh Anda lebih tenang.


3. Ketika pikiran Anda berjalan ke mana-mana, perlahan tarik kembali diri Anda ke detik ini. Catat dan ingat dengan penuh kesadaran bahwa pikiran itu terlintas dalam benak Anda, dan tenangkan diri dengan bernapas teratur.


4. Saat Anda sudah merasa lebih tenang, berarti waktu meditasi hampir usai. Duduklah selama sekitar 1-2 menit, sadari di mana Anda sekarang, dan bangun secara bertahap dari posisi Anda saat ini.


Penerapan dalam Rutinitas Harian



Meditasi mindfulness ternyata bisa Anda terapkan dalam rutinitas harian. Misalnya, mencuci piring sendirian. Gerakan berulang menyabuni dan membilas piring bisa mendorong Anda menenangkan pikiran. Coba rasakan kesegaran air, busa sabun melimpah, dan suara air saat memasuki lubang pembuangan. Lakukan setiap langkah dengan penuh kesadaran, sehingga pikiran Anda hanya tertuju pada masa kini.


Beberapa rutinitas harian lain yang bisa Anda selipkan meditasi ini adalah menggosok gigi, menyetir mobil atau motor, berolahraga, dan menjelang waktu tidur.


Hidup memang dinamis. Anda bisa merasa kewalahan ketika harus menangani urusan pribadi, keluarga, atau pekerjaan secara bersamaan. Namun, selalu ada waktu untuk menenangkan diri melalui meditasi mindfulness. Ingatlah bahwa pola hidup sehat harus Anda awali dari diri sendiri. Jadi, Anda lebih siap menyambut tantangan hidup secara fisik dan mental. Setuju?

logo pp putih.png

Keep in touch with us

Jalan Embong Sawo No. 1 

Surabaya

+62 31 9925 1000

Grand Shamaya Experience Apps Available at

  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
  • Twitter

© 2020 Grand Shamaya Development by PT PP Properti Tbk

The information and images contained here are for impression purpose and subject to change without notice that may required by the development authorities. Whilst every care has been taken in providing this information, the developer is not responsible for any changes and variations, as may be recommended by the developer’s professional consultant or authorities.